Berbagai Upaya Inovasi Pendidikan di Indonesia

5403
Upaya Inovasi Pendidikan di Indonesia

Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang pengertian inovasi pendidikan. Nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang baerbagai upaya inovasi pendidikan di Indonesia yang selama ini dilakukan pemerintah sejak awal kemerdekaan. Baiklah, hal yang pertama yang kita bahas yaitu masalah proyek perintis sekolah pembangunan.

1. Proyek perintis sekolah pembangunan

Ada delapan IKIP yang ditugaskanuntuk menyelenggarakan proyek perintisan sekolah pembangunan (PPSP), yaitu IKIP Padang, IKIP Jakarta, IKIP Bndung, IKIP Semarang, IKIP Yogyakarta, IKIP Surabaya, IKIP Malang, dan IKIP Ujung pendang.

Pada mulanya proyek itu dimaksudkan untuk mencoba bentuk sitem persekolahan yang komprehensif dengan nama sekolah pembangunan. Selain itu, secara umum kerangka sistem pendidikan ini digariskan dalam surat keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 0172 tahu 1974.

Dalam surat keputusan itu terdapat beberapa pokok pikiran mengenai hakikat sekolah pembangunan, yang menyangkut relevansi sekolah dengan kebutuhan masyarakat, yaitu :

  • Adanya integrasi antara sekolah dan masyarakat serta pembangunan
  • Sekolah menghasilkan tenaga terdidik sehingga dapar merupakan tenaga kerja yang produktif.
  • Sekolah menghasilkan tenaga terdidik dengan pengertian kesadaran ekologi, baik lingkungan sosial, fisik, maupun biologis.
  • Sekolah menyelenggarakan pendidikan yang menyenangkan, merangsang sesuai dengan tuntutan zaman untuk pendidikan watak, pengetahuan, kecerdasan, keterampilan, kemampuan, berkomunikasi, dan kesadaran ekologi.
  • Sekolah menciptakan keseimbangan fisik, emosional intelektual, kultural, dan spiritual, serta keseluruhan pembangunan masyarakat.
  • Sekolah memberikan sumbangan bagi ketahanan nasional dan ikut serta dalam pembangunan masyarakat.

PPSP adalah salah satu proyek dalam rangka program pendidikan yang ditugaskan untuk mengembangkan satu sistem pendidikan dasar dan menengah. Modul sesuai denan tugas yang diemban itu maka badan penelitian dan pengembangan kebudayaan (BP3K) memilih modul sebagai satu sistem penyampaian pada delapan PPSP, dengan alasan :

  • Modul mempunyai potensi untuk memcahkan masalah pemerataan, pendidikan, karena modul memungkinkan murid belajar sendiri tanpa tergantung tempat dan waktu.
  • Modul mempunyai potensi untuk meningkatkan mutu pendidikan.
  • Modul mempunyai potensi untuk meningkatkan relevansi pendidikan.
  • Modul mempunyai potensi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan waktu dan fasilitas sebab dengan modul memungkinkan guru membantu dan memperbaiki siswa selama dia belajar.

Semua itu dilihat dari tujuan pengajaran modul, yaitu :

  • Tujuan pendidikan dan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien
  • Menjadi siswa aktif dalam belajar.
  • Siswa dapat bekerja sendiri, baik dibantu oleh guru maupun tidak.
  • Siswa dapat mengikuti pelajaran (program pendidikan) sesuai dengan kemampuan masing masing.
  • Siswa dapt mengetahui hasil pelajaran secara berkelanjutan.

Ada empat macam tes, dalam pelaksanaan kurikulum ini, yaitu tes formatif, sumatif, placement test, dan tes diagnostik. Adapun prinsip prinsip yang melandasi dalam menyusun  dan membakukan kurikulum tersebut digunakan beberapa prinsip yang memungkinkan sistem pendidikan pada setiap program (SD, SLTP, SLTA), benar benar efisien dan efektif, yaitu ;

1. Fleksibilitas Program
Penyelenggaraan pendidikan keterampilan pada setiap program harus mengingat faktor faktor ekosistem dan kemampuan pemerintah, masyarakat, serta orang tua untuk menyediakan dana bagi kelangsungan bidang studi tersebut.

 

2. Efisiensi dan Efektivitas
Yang dimaksud dengan prnsip efisiensi dalam penggunaan waktu, pendayahgunaan dana, dan tenaga secara optimal.

 

3.Berorientasi pada tujuan
Kurikulum 1975 mempunyai empat macam tujuan menurut hierarkinya, yaitu :
a. Tujuan umum ialah tujuan pendidikan nasional
b. Tujuan instusionalnya ialah tujuan untuk setiap lembaga tingkatan pendidikan, seperti tujuan SD, SLTP, dan SLTA.
c. Tujuan kurikuler ialah tujuan untuk setiap bidang studi seperti tujuan mata pelajaran bahasa Indonesia, PMP, PSPB, IPA.
d. Tujuan instruksional ialah tujuan setiap pokok bahasan (satuan bahasa)

 

4. Kontinuitas
GBHN menyatakan, pendidikan adalah proses yang berlangsung seumur hidup. Sekolah dasar dan sekolah menengah (pertama dan atas) adalah sekolah sekolah umum, yang masing masing fungsinya dinyatakan dalam tujuan institusional. Namun, kurikulum satu jenjang pendidikan dengan yang di atasnya berhubungan secara hierarkis (hubungan vertical). Oleh karena itu, dalam menyusun kurikulum, ketiga jenjang sekolah tersebut hendaknya selalu dihubungkan secara hierarkis dan fungsional

 

5. Pendidikan Seumur Hidup
Pendidikan yang diterima anak di sekolah memnerikan dasar/bekal untuk belajar hidup, sehingga memungkinkan seseorang meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sertamengembangkan potensi potensinya sesuai dengan kebutuhan kehidupannya.
PAMONG singkatan dari Pendidikan Anak Oleh Masyarakat, Orang Tua, dan Guru. Proyek ini diujikan di tingkat sekolah dasar pada kecamatan kabakramat (kelurahan alastimo, banjarhardjo, malanggaten dan kebak) di kabupaten karanganyar, solo. Tujuan proyek ini adalah :

 

a. Membantu anak anak yang tidak sepenuhnya dapat mengikuti pendidikan di sekolah atau membantu siswa yang drop out.
b. Membantu anak anak yang tidak mau terikat oleh tempat dan waktu dalam belajar, oleh karena belajar sambil menggembala ternak, waktu istirahat, dan lain lain.
c. Mengurangi penggunaan tenaga guru sehingga rasio guru terhadap murid menjadi 1:1200. Pada SD biasa 1:40 atau 1:50.
d. Dengan meningkatkan pemerataan kesempatan belajar, dengan pembiayaan yang sedikit dapat ditampung sebanyak mungkin siswa.

 

Jadi dengan system pamong ini anak anak/siswa dapat belajar sendiri dengan bimbingan tutor, atau anggota masyarakat, serta bimbingan orang tua. Pengajaran yang diberikan memperhatikan kesanggupan anak.
Pengelolaan dari pegalaman belajar yang diperoleh terutama berdasarkan sumber sumber lain (bukan guru) sukar, tetapi melalui masyarakat, siaran pendidikan adan kelompok atau kegiatan belajar yang tidak mememrlukan gudang sekolah.

 

2. SMP Terbuka

Sekolah menengah pertama terbuaka (SMPT) adalah sekolah menengah umum tingkat pertama, yang kegiatan belajarnya sebagian besar diselenggaraka di luar gedung sekolah dengan cara pelajaran melalui berbagai media, dan interaksi yang terbatas antara guru dan murid.

a. Latar belakang

  • Kekurangan fasilitas belajar dan tempat belajar.
  • Tenaga pendidikan yang tidak cukup.
  • Memperluas kesempatan belajar dalam rangka pemerataan pendidikan.
  • Menanggulangi anak terlantar yang tidak diterima di SMP Negeri.

b. Ciri ciri

  • Terbuka bagi siswa tanpa pembatasan umur dan tanpa syarat syarat akademis yang ketat.
  • Terbuka dalam memilih program belajar untuk mencapai ijazah formal, atau memenuhi kebutuhan kebutuhan jangka pendek yang bersifat praktis, insidental, dan perorangan.
  • Terbuka dalam proses belajar mengajar tidak selalu diselenggarankan diruang kelas secara tatap muka, melainkan dapat juga melalui media, secara radio, media cetak, kaset, slide, dan gambar gambar.
  • Terbuka dalam keluar masuk sekolah sesuai dengan waktu yang tersedia oleh siswa.
  • Terbuka dalam mengelola sekolah. Sekolah dikelola oleg pegawa negeri, dan orang orang lain yang diperlukan partisipasinya, seperti warga dan pimpinan masyarakat, orang tua siswa dan pamong pemerintah setempat.

c. Tujuan

  • Menjadi warga negara yang baik sebagai manusia yang utuh sehat dan kuat, lahir, dan batin.
  • Menguasai hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dan pendidikan di sekolah dasar.
  • Memiliki bekal untuk melanjutkan pelajarannya ke sekolah lanjutan atas dan untuk terjun ke masyarakat.
    Meningkatkan disiplin siswa.
  • Menilai kemajuan siswa dan memantapkan hasil pelajaran dengan media.

 

Demikianlah upaya inovasi pendidikan di Indonesia yang dilakukan pemerintah sejak zaman kemerdekaan. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Facebook Comments
SHARE