Home Materi Pembelajaran Fungsi Hati Manusia

Fungsi Hati Manusia

189
Fungsi Hati Manusia

Hati atau hepar merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.

Hati merupakan kelenjar yang memiliki banyak fungsi khususnya dalam sistem pencernaan pada manusia dan sistem ekskresi pada manusia. Karena itulah organ hati atau yang juga disebut liver ini memiliki banyak fungsi yang amat vital bagi manusia. Amat vital karena tanpa hati, manusia tidak akan dapat bertahan hidup. Hati mendukung hampir setiap organ dalam tubuh dari beberapa segi. Berikut adalah beberapa fungsi hati pada manusia. Langsung saja kita simak yang pertama:

a) Menetralisir racun sehingga tidak membahayakan tubuh, kemudian racun ini dikeluarkan melalui urine.

b) Mengubah glukosa menjadi glikogen untuk mengatur kadar gula dalam darah.

c) Sebagai alat ekskresi yang mengeluarkan warna empedu dan urine. Setiap hari, hati menghasilkan empedu mencapai ½ liter.

d) Tempat sintesis beberapa zat. Hati menghasilkan enzim arginase yang mengubah arginin menjadi ornifin dan urea. Ornifin yang terbentuk dapat meningkatkan NH3 dan CO yang bersifat racun.

e) Hati menghasilkan empedu yang berasal dari hemoglobin sel darah merah yang telah tua. Empedu disimpan di dalam kantung empedu dan merupakan cairan hijau serta berasa pahit. Empedu mengandung kolesterol, garam empedu, garam mineral, dan pigmen bilirubin dan biliverdin. Empedu ini berfungsi untuk mencerna lemak agar mudah diserap tubuh, membantu daya absorpsi lemak di usus, mengaktifkan enzim lipase, dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air.

f) Hati merombak sel-sel darah merah yang sudah tua. Hemoglobin dalam darah tersebut dipecah menjadi zat besi, globin, dan heme. Zat besi dan globin dipakai kembali untuk menghasilkan sel darah merah yang baru. Sedangkan, heme dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin yang berwarna hijau biru. Zat warna empedu ini mengalami oksidasi di dalam usus menjadi urobilin yang memberi warna kekuningan pada feses dan urine.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 + 18 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.