Siapakah Irfan Yulianto?

0
1583
irfan yulianto

Hallo semua para pembaca setia blog saya 🙂 , kali ini saya akan memperkenalkan diri pada kalian semua biar nggak penasaran hehehe. Nama lengkap saya Irfan Yulianto. Saya anak dari Bapak Sugito dan Ibu Kasminah atau yang sering disebut orang orang cak Gito dan mbak Min. Bapak saya menikah dengan ibu saya pada tanggal 4 Juni 1987. Saya dilahirkan tepat pada hari Rabu pahing tanggal 13 Juli 1988. Saya dilahirkan tidak dibidan, bukan pula di rumah sakit tapi disebuah perumahan penjaga sekolah nan sederhana. Ya di sebuah perumahan penjaga sekolah, tepatnya di SDN Blimbing 2 Kec Kesamben Jombang.

Ya bapak saya adalah seorang penjaga sekolah dasar sejak pertama kali sekolah tersebut sejak 1 Agustus tahun 1980. Selama 8 tahun bapak saya skwan dan mengabdi sebagai penjaga SD. Dan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 1988 dengan pangkat 1/a (karena cuma lulusan SD) dengan gaji waktu itu Rp 33.000. Dengan gaji tersebut tergolong sangat kecil pada waktu itu. Oleh sebab itu, ibu saya membantu mencari nafkah dengan berjualan di sekolahan tersebut. Tak hanya sampai disitu, bapak saya sendiri pun masih mencari nafkah setiap malam dengan menambang pasir di sungai brantas. Namun bapak saya tetap bersyukur, karena pengabdiannya selama 8 tahun dengan tanpa honor tak sia sia.

Rumah kenangan

 

Ya di rumah sangat sangat sederhana diatas saya dilahirkan dan dibesarkan. Segala aktivitas kami lakukan dirumah tersebut mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Jika malam amat sangat sepi dan gelap gulita, karena pada waktu itu belum ada instalasi listrik. Hiburan tiap malam yaitu suara jangkrik, kodok dan kicauan beberapa jenis burung. Ngomongin soal burung, saya jadi teringat pada waktu itu saya punya burung trocok yang amat saya sayangi. Karena keluarga kami butuh makan dan satu satunya harta pada waktu itu akhirnya dijuallah burung tersebut untuk makan. Pada saat itu saya sangat kecewa dan nangis sejadi jadinya. Untuk meluapkan rasa kecewa saya, maka saya lempar motor pembeli burung tersebut pakai batu bata. Kalau tidak salah motornya waktu itu hnda ulung tahun 70an warna merah. Sebetulnya waktu itu bapak dapat jatah beras dari pemerintah karena sudah menjadi PNS. Namun karena beras tersebut harus dibagi 2 dengan seorang tukang becak yang mengambilkan beras di kantor kecamatan pada waktu itu, bapak tak mampu membayar tukang becaknya dan sepakat membagi 2 sebagai ganti bayarannya. Bapak tidak bisa mengambil sendiri karena waktu itu kami tidak punya kendaraan sendiri dan tempatnya jauh serta tidak ada kendaraan umum. Beras jatah tersebut pun habis dipertengahan bulan, untuk menyambung nyawa setengah bulannya bapak menanami umbi umbian dibelakang sekolah.

wisuda irfan yulianto

Kami baru pindah kerumah baru buatan bapak sekitar tahun 2000an waktu saya SMP. Rumah itupun dibuat dari hasil hutang koperasi dan ditambah bagi hasil dari bapak saya merawat sapi dari salah satu guru. Saya sekolah SMP dulu di SMP N 6 Kota Mojokerto, sekolah tersebut termasuk sekolah favorite di tempat kami. Dan pada saat SMP inilah saya baru pertama kali mendapatkan uang jajan. Ya karena pada saat SD saya tidak pernah dapat uang saku, karna jajan tinggal ambil diwarung ibu hehehe. Untuk mendapatkan uang saku tersebut saya harus mampu menjual dulu mie contong sebanyak 50 buah. Tiap malam saya harus membuat kerucut dari koran kemudian memasukkan mie kering untuk dijual keesokan harinya. Keuntungan dari jualan mie contong tersebut sebanyak Rp 1500, ya selama 3 tahun itulah uang saku saya selama SMP.

Waktu saya lulus SMP, saya ingin melanjutkan di SMA pilihan saya. Tapi ibu saya tidak menyetujui jika saya sekolah di tempat tersebut. Namu karena keinginan kuat saya akhirnya diam diam saya daftar sendiri bersama teman teman. Namun apa yang terjadi, di akhir hari pendaftaran saya tidak diterima disekolah tersebut dan parahnya saya baru tau kalau saya tidak diterima 1 jam sebelum penutupan (bener bener parah dan bingung waktu itu). Akhirnya saya dibonceng ibu saya untuk mencabut berkas pendaftaran dan saya diajak ibu saya menuju SMA pilihan ibu saya. Waktu itu tinggal 15 menit pendaftaran akan ditutup. Alhamdulillah akhirnya nama saya muncul di daftar nama siswa yang diterima di sekolah tersebut. Nama saya ada diurutan no 2, tapi no 2 dari bawah hahaha 😀

Di sekolah SMA ini saya pun harus kembali bawa dagangan, tapi kali ini dagangan milik budhe yang saya titipkan di koperasi sekolah. Beda dengan di SMP, saya harus jualin sendiri tuh dagangan. Kurang lebih saya lakoni ini antara 1,5 tahunan. Gak sampai disitu saja, pada saat kelas 3 SMA masih bawa dagangan yaitu susu sapi. Tiap berangkat sekolah saya bawa antara 5 liter sampai 10 liter untuk saya jual ke beberapa guru, temen temen sekolah dan orang orang sekitar sekolah.

Waktu akan lulus SMA saya mulai kepikran mau kemana setelah saya lulus nanti. Kerja atau kuliah? Kalau kerja mau kerja apaan, kalau mau kuliah duit dari mana mengingat penghasilan kedua orang tua tak seberapa. Namun Allah telah menetapkan takdirnya untuk saya kuliah. Diam diam ternyata kedua orang tua saya konsultasi tentang nasib saya kedepan kepada Pak Amin Sunaryo, mantan pimpinan bapak dulu. Akhirnya beliau menganjurkan untuk mengkuliahkan saya di UNESA jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar). Orang tua saya nekad cari pinjaman sana sini buat biaya masuk kuliah saya. Mengetahui saya akan kuliah beberapa tetangga ada yang sedikit menyingung perasaan orang tua saya dengan kalimat “Buat apa anak seorang tukang kebun(penjaga SD) kuliah”. Namun kedua orang tua saya sangat optimis mampu membiayai kuliah saya sampai lulus. Itulah yang membuat saya lebih bersemangat untuk kuliah.

Selama saya kuliah, saya diberi uang saku Rp 200.000 untuk 2 minggu. Mau gak mau, cukup gak cukup ya segitu jatahnya. Awalnya saya sendiri bingung, kira kira cukup gak ya uang 200 ribu buat hidup dikota besar selama 2 minggu. Kadang kadang kalau punya rejeki banyak ditambahin ibu saya 50 ribu. Untuk menambah uang saku, saya mencoba untuk dagangan pulsa pada waktu kuliah. Selama 2-3 hari bisa menyetor sekitar 500 ribuan. Saya lulus bulan september 2008 karena saya cuma ambil D2 saja. Setelah saya lulus saya melamar pekerjaan ditempat saya dilahirkan dulu dan alhamdulillah diterima karena waktu itu masih kekurangan guru.

Pada tahun 2010 saya melajutkan kembali kuliah S1 dikampus yang sama, pada waktu itu saya memilih kuliah hari Jum’at, sabtu dan minggu karena saya juga bekerja. Dan alhamdulillah saya dinyatakan lulus pada bulan maret dan wisuda di bulan Juli 2012.

 

wisuda irfan yulianto

Dan sampai saat ini saya masih mengabdikan diri dan mengamalkan ilmu yang saya miliki di SDN Blimbing 2. Di sini di tanah kelahiran, tempat kenangan, tempat mencari rahmat Allah dan mungkin sekaligus rumah masa depan saya. Tak pernah ada rasa lelah untuk selalu menjaga tempat ini dan selalu merasa liburan setiap hari di tempat ini, tanah kelahiran.

Foto096

Foto023

irfan yulianto

Foto043

Foto186

Foto050

Kampus113

Google

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × 4 =