Pengertian Karangan Fiksi dan Jenis Jenisnya

14
karangan fiksi

Karangan fiksi yaitu karangan yang berisi kisahan atau cerita yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi pengarang. Fiksi atau cerita rekaan biasanya berbentuk novel, dan cerita pendek ( cerpen ). Karangan fiksi berusaha menghidupkan perasaan atau menggugah emosi pembacanya. Itulah sebabnya, tulisan ini lebih dipengaruhi oleh subjektivitas pengarangnya.

Bahasa tulisan fiksi selain bermakna denotatif juga bermakna konotatif dan asosiatif yaitu makna tidak sebenarnya. Selain itu juga bermakna ekspresif yaitu membayangkan suasana pribadi pengarang. Bahasa tulisan fiksi juga sugestif yaitu bersifat mempengaruhi pembaca dan plastis yaitu bersifat indah untuk menggugah perasaan pembaca.

Satu ciri yang pasti ada dalam karangan fiksi yaitu kisah rekaan. Walaupun kisah rekaan, penulisan karangan fiksi tidak boleh dibuat sembarangan. Tema, penokohan, plot, latar, dan permasalahan merupakan unsur – unsur penting yang harus diperhatikan. Karangan fiksi adalah karangan yang digali dari imajinasi pengarang. Dalam karangan fiksi, seorang pengarang bebas menuliskan sesuatu untuk menyampaikan pesan yang ingin ia sampaikan kepada pembaca. Sementara itu, pembaca karangan fiksi juga memiliki kebebasan untuk menerjemahkan makna yang terkandung dalam karangan tersebut. Jadi, karangan fiksi sangat mungkin menimbulkan bermacam – macam makna.

A . Fiksi Lama
Karangan fiksi atau rekaan adalah karangan yang sengaja dikarang oleh seorang penulis untuk dinikmati para pembaca. Karangannya diolah berdasarkan pandangan, tafsiran, dan penilaian si pengarang mengenai peristiwa – peristiwa yang pernah terjadi secara nyata maupun yang terjadi hanya dalam khayalan si pengarang saja.

Karangan fiksi, walaupun ditulis berupa fiksi dan daya khayal penulis, dibumbui latar belakang dan suasana setempat dengan menuliskan nama – nama kota, watak dan tema tertentu, dan disusun dengan alur / plot yang mengasyikkan.

Beberapa jenis cerita fiksi lama sebagai berikut.

1. Cerita Rakyat
Cerita rakyat ini dibedakan menjadi cerita jenaka, mite, fabel, dan legenda. Apa ciri khas dari setiap jenis cerita tersebut?

a. Cerita Jenaka
Cerita jenaka adalah cerita pendek yang berisi kebodohan atau kecerdikan seseorang dan menimbulkan senyum atau tertawa bagi pembaca atau pendengar. Misalnya cerita Pak Pandir ( seorang yang bodoh, yang selalu salah melakukan pesan istrinya ), Pak Belalang ( seorang yang cerdik ), dan Pak Lebai Malang ( seorang yang selalu malang.

Semua daerah di negara kita hampir memiliki tokoh lucu tersebut. Misalnya Si Kabayan ( Jawa Barat ), Joko Bodho ( Jawa Tengah ), dan Pan Bali ( Bali ).

b. Mite
Mite adalah cerita yang berhubungan dengan kepercayaan animisme. Cerita berisi dewa – dewi atau roh. Misalnya cerita Putri Tunjung Buih, Putri Bunga Karang, dan Putri dari Bambu.

c. Fabel
Fabel adalah cerita yang tokoh – tokohnya binatang. Binatang – binatang diceritakan hidup dan bermasyarakat seperti manusia. Misalnya cerita Banteng dan Buaya, serta Burung Bangau dan Ikan Gabus.

d. Legenda
Legenda adalah cerita yang berhubungan dengan keajaiban alam. Misalnya Sangkuriang, Si Malin Kundang, dan Telaga Warna.

2. Hikayat
Hikayat adalah bentuk cerita fiksi yang lain dalam kesusastraan Melayu Lama. Bentuk ini sesungguhnya bentuk asli, tetapi kemudian bercampur dan terjalin dengan cerita cerita asing.

Hikayat menceritakan riwayat yang ajaib tentang putra putra dan putri – putri raja, di dalamnya bercampur aduk antara lukisan Melayu asli dan jelmaan dewa – dewa Hindu, nabi – nabi Islam, kepercayaan kafir, Hindu, Islam, dan sejarah. Contoh hikayat asli Melayu antara lain : Hikayat Si Miskin, Hikayat Malim DemanĀ  Hikayat Raja – Raja Pasai, dan Hikayat Hang Tuah.

B. Fiksi Baru
Fiksi atau cerita rekaan dalam kesusastraan Indonesia Baru lahir karena sentuhan kesusastraan Barat ( terutama kesusastraan Belanda ). Bentuk fiksi yang terkenal dewasa ini adalah cerita pendek ( cerpen ), novel, dan cerita bersambung (cerber).

1 . Cerpen (Cerita Pendek)
Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya. Cerita pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel. Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian, mempunyai satu plot, setting yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas, mencakup jangka waktu yang singkat.

Cerpen memuat penceritaan yang memusatkan satu peristiwa pokok. Sebuah cerpen pada dasarnya menuntut perwatakan yang jelas pada tokoh cerita. Sang tokoh merupakan ide pokok cerita. Cerita bermula dari sang tokoh dan berakhir pada nasib yang menimpanya.

Ada banyak jenis cerpen. Pembagiannya pun bermacam macam. Berdasarkan pembaca, ada cerpen anak – anak, cerpen remaja, dan cerpen dewasa. Berdasarkan tema, ada cerpen drama, cerpen misteri, dan cerpen humor. Tidak ada aturan bahwa cerpen harus memiliki dialog atau percakapan Inti sebenarnya ada pada kesatuan cerita yang ditulis.

2. Novel
Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif; biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis.

Novel lebih panjang (setidaknya 40.000 kata) dan lebih kompleks dari cerpen serta tidak dibatasi keterbatasan struktural dan metrikal sandiwara atau sajak. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tokoh – tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari – hari dengan menitik beratkan pada sisi – sisi yang aneh dari naratif tersebut.

Novel dalam bahasa Indonesia dibedakan dari roman. Alur roman lebih kompleks dan jumlah pemeran atau tokoh cerita juga lebih banyak

3. Cerbung (Cerita Bersambung)
Novel dan cerber sebenarnya tidak berbeda. Cerber atau cerita bersambung adalah karangan fiksi yang panjang (jumlah halamannya) dan dimuat di media cetak secara bersambung. Novel adalah karangan fiksi dalam bentuk buku. Jika sebuah cerber diterbitkan menjadi buku, namanya akan berubah menjadi novel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.