Rotasi Bumi dan Akibatnya

142
Rotasi Bumi dan Akibatnya

Matahari adalah pusat tata surya. Sementara itu, Bumi merupakan planet anggota tata surya. Bumi memiliki satelit yang bernama Bulan. Rotasi Bumi terjadi selama 24 jam perhari, bulan pun juga mengalami rotasi pada porosnya. Selain itu, Bumi berevolusi mengelilingi Matahari. Pada saat yang sama, Bulan berevolusi mengelilingi Bumi. Revolusi Bumi dan Bulan menyebabkan terjadinya gerhana Matahari dan Bulan.

Bumi mempunyai dua macam gerakan, yaitu rotasi dan revolusi. Apakah yang dimaksud dengan rotasi Bumi? Kalian akan menemukan jawabannya pada uraian berikut.

Rotasi Bumi

Perputaran Bumi pada porosnya disebut rotasi Bumi. Untuk satu kali rotasi, Bumi memerlukan waktu sehari (24 jam). Gerak rotasi Bumi menyebabkan berbagai peristiwa. Peristiwa apa sajakah yang terjadi?

Akibat Adanya rotasi bumi

A. Pergantian Siang Malang
Saat berotasi, tidak semua bagian bumi mendapatkan sinar matahari secara bersamaan. Bagian bagian bumi mendapatkan sinar matahari secara bergantian. Bagian bumi yang terkena sinar matahari mengalami siang, Sementara itu, bagian bumi yang tidak terkena sianar matahari mengalami kejadian malam..

B. Gerak Semu Matahari
Bagaimanakah gerakan Matahari jika dilihat dari Bumi? Matahari selalu terbit di sebelah timur dan tenggelam di sebelah barat. Gerakan seperti ini disebut gerak semu harian Matahari. Gerakan ini terjadi karena adanya rotasi Bumi. Bumi berotasi dengan arah gerakan dari barat ke timur. Akibatnya, Matahari seolah-olah bergerak dari timur ke barat.

C. erbedaan Waktu di Berbagai Tempat di Dunia
Rotasi Bumi menyebabkan adanya perbedaan waktu di berbagai tempat di dunia. Karenanya, kalian sering menjumpai penulisan waktu yang disertai penandaan tempat. Contohnya, pukul 21.00 WIB, 04.00 WIT, atau 19.00 WITA. Apa fungsi penandaan tempat tersebut? Kalian sudah mempelajari garis lintang dan garis bujur pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), bukan? Apakah kalian masih ingat tentang garis ekuator? Garis-garis ini berkaitan erat dengan penentuan waktu di dunia.

Dalam satu kali rotasi, Bumi membutuhkan waktu 24 jam (satu hari) dan sudut tempuh sejauh 360°. Berdasarkan hal tersebut, setiap tempat di Bumi dengan jarak 15° memiliki perbedaan waktu satu jam. Jika jaraknya 30°, maka perbedaan waktunya dua jam, dan seterusnya. Angka ini berasal dari pembagian sudut tempuh dengan waktu tempuh (360° : 24 = 15°).

Indonesia terletak di antara 95° BT dan 141° BT. Artinya, panjang wilayah Indonesia adalah 46°. Karena setiap jarak 15° selisih waktunya satu jam, maka Indonesia memiliki tiga daerah waktu. Tiga daerah waktu tersebut yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), WITA (Waktu Indonesia Tengah), dan WIT (Waktu Indonesia Timur).

Pembagian Zona Waktu Di Indonesia

Kota Greenwich, London, Inggris terletak pada garis bujur 0°. Oleh karenanya, waktu di kota ini digunakan sebagai patokan bagi seluruh dunia. Patokan waktu ini disebut Greenwich Mean Time (GMT). Dengan mengacu standar GMT, maka Waktu Indonesia Barat lebih cepat tujuh jam dari GMT. Sementara itu, Waktu Indonesia Tengah lebih cepat delapan jam dari GMT. Adapun Waktu Indonesia Timur lebih cepat sembilan jam dari GMT. Sebagai contoh, jika GMT menunjukkan pukul 01.00, maka Waktu Indonesia Barat menunjukkan pukul 08.00. Pada saat yang sama, Waktu Indonesia Tengah menunjukkan pukul 09.00. Sementara itu, Waktu Indonesia Timur menunjukkan pukul 10.00. Pembagian daerah waktu di Indonesia dapat dilihat pada tabel berikut.

tabel pembagian daerah waktu di indonesia

D. Perbedaan Percepatan Gravitasi di Permukaan Bumi
Rotasi Bumi menyebabkan Bumi berbentuk tidak bulat sempurna. Bumi pepat di bagian kutubnya. Bentuk ini mengakibatkan jari-jari Bumi di daerah kutub dan khatulistiwa berbeda. Perbedaan jari-jari

Bumi menimbulkan perbedaan percepatan gravitasi di permukaan Bumi. Perbedaan tersebut terutama di daerah khatulistiwa dengan kutub.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seven + eight =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.