Sumber Daya Modal

21
Sumber Daya Modal

Coba perhatikan aktivitas petani atau pedagang yang ada di lingkungan Anda. Petani tidak mungkin mengolah tanah hanya dengan kedua tangannya. Ia membutuhkan bibit padi, cangkul, bajak atau traktor, penyemprot hama, pupuk, dan sebagainya. Tanpa barang-barang tersebut, pekerjaan yang ia lakukan akan membutuhkan waktu lebih lama dan hasil panenan tidak maksimal. Nah, segala sesuatu yang diperlukan untuk meningkatkan proses produksi ini disebut modal.

Sumber daya modal adalah barang atau hasil produksi yg digunakan untuk menghasilkan produk selanjutnya. Bentuk modal ada 2, yaitu 1. Modal nyata (konkret) adalah modal yg dapat dilihat secara konkret dalam proses produksi. Contoh: mesin,bahan baku,gedung pabrik. 2. Modal tidak nyata (abstrak) adalah modal yg tidak dpt dilihat tetapi memiliki nilai dalam perusahaan. Contoh: nama baik perusahaan,merek produk.

Sebagai sumber daya ekonomi, modal dapat kita kelompokkan. Pengelompokan modal tersebut, yaitu:

  1. Berdasarkan Wujudnya
    Berdasarkan wujudnya, modal dapat dibedakan sebagai berikut.
    a) Modal Uang
    Modal uang adalah uang yang digunakan untuk proses produksi. Contoh: uang untuk membeli mesin atau bahan-bahan mentah.
    b) Modal Barang
    Modal barang adalah benda atau barang yang digunakan untuk modal produksi. Contoh: tanah, gedung, kantor, dan kendaraan.
  2. Berdasarkan Bentuknya
    Berdasarkan bentuknya, modal dapat dibedakan sebagai berikut.
    a) Modal Nyata
    Modal nyata merupakan modal yang dapat diukur, dilihat, atau ditimbang. Modal nyata terdiri atas modal barang dan uang. Contoh: persediaan barang-barang, mesin, dan uang kas.
    b) Modal Abstrak
    Modal abstrak adalah modal yang tidak terlihat, tetapi hasilnya dapat dilihat atau dirasakan. Contoh: keterampilan, kepandaian, keahlian, keunggulan, ketelitian, dan nama baik.
  3. Berdasarkan Sumbernya
    Berdasarkan sumbernya, modal dibedakan sebagai berikut.
    a) Modal Sendiri
    Modal sendiri merupakan modal yang dimiliki seseorang dan dapat memberikan keuntungan kepada pemiliknya. Jika mengalami kerugian atau pailit, maka risiko secara penuh ditanggung oleh pemilik modal atau pemilik perusahaan. Contoh: saham, modal patungan, dan modal milik perusahaan.

    b) Modal Pinjaman
    Modal pinjaman adalah uang atau barang modal yang diperoleh dari pihak lain. Contoh: modal perusahaan yang diperoleh dari pinjaman bank atau utang luar negeri.

  4. Berdasarkan Sifatnya
    Berdasarkan sifatnya, modal dibedakan sebagai berikut.
    a) Modal Lancar
    Modal lancar adalah modal atau berupa barang yang habis terpakai dalam satu kali proses produksi. Contoh: uang kertas, persediaan barang dagangan, dan piutang.

    b) Modal Tetap
    Modal tetap adalah barang-barang atau benda-benda yang dapat digunakan lebih dari satu kali pakai dalam proses produksi.

    Contoh: mesin-mesin, gedung, kantor, dan peralatan lainnya sebagai penunjang produksi. Selama pemakaiannya, modal tetap dapat mengalami penurunan nilai atau mengalami depresiasi sehingga secara bertahap modal tetap ini perlu diganti. Oleh karena itu, perusahaan memerlukan penyediaan keuangan untuk penyusutan aktiva mereka. Cara penghitungan biaya depresiasi didasarkan pada biaya semula (awal) dari aktiva tetap. Namun demikian, selama periode inflasi (kenaikan harga-harga umum) biaya penggantian dari suatu aktiva lebih tinggi daripada semula.

  5. Berdasarkan Subjek (Siapa yang Memiliki)
    a) Modal Perorangan
    Adalah modal yang hanya dimiliki oleh satu orang. Misalnya bangunan milik pribadi, uang, dan mesin-mesin.
    b) Modal Masyarakat
    Adalah modal yang dimiliki oleh orang banyak dan digunakan untuk kepentingan orang banyak. Contohnya sarana dan prasarana umum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five − five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.