Teori Ekonomi Mikro Lengkap

28
Teori Ekonomi Mikro Lengkap

Kata mikro berasal dari bahasa Latin ”mikros” yang berarti kecil. Namun, bukan berarti ekonomi mikro adalah kecil dan dianggap tidak penting. Ekonomi mikro merupakan penjelasan dari variabel ekonomi yang lebih kecil seperti konsumsi, investasi, dan tabungan. Ekonomi mikro sering disebut sebagai teori harga (price theory).

Teori harga terutama membahas tentang aliran barang dan jasa dari sektor perusahaan ke sektor rumah tangga, aliran faktor produksi dari rumah tangga ke perusahaan, komposisi dari aliran-aliran tersebut dan bagaimana terciptanya harga. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa teori harga mempelajari alokasi sumber-sumber daya yang terbatas jumlahnya untuk tujuan yang sifatnya alternatif.

  1. Aspek-Aspek yang Dipelajari Ekonomi Mikro
    Ekonomi mikro menerangkan beberapa aspek tentang perilaku pelaku ekonomi individual dan bagaimana mereka berinteraksi. Aspek-aspek tersebut antara lain:
    a) Interaksi di Pasar Barang
    Aspek pertama yang diterangkan oleh ekonomi mikro adalah mengenai mekanisme interaksi di pasar barang, misalnya pasaran kopi atau pasaran karet. Pasar merupakan pertemuan antara permintaan dan penawaran suatu barang. Melalui interaksi antara penjual dan pembeli, pasar akan menentukan harga keseimbangan.

    Suatu perekonomian tidak mungkin hanya terdiri atas satu pasar barang tertentu saja seperti yang dicontohkan. Beberapa contoh lainnya adalah pasar kain, pasar mobil, dan pasar barang-barang industri. Ekonomi mikro tidak menjelaskan operasi keseluruhan pasar-pasar tersebut sebab pada hakikatnya corak interaksi di antara penjual dan pembeli di dalam setiap pasar tersebut adalah sama. Untuk menjelaskan bagaimana suatu pasar berfungsi dan beroperasi, teori ekonomi mikro hanya menerangkan tentang interaksi di antara penjual dan pembeli di suatu pasar barang.

    b) Tingkah Laku Penjual (Produsen) dan Pembeli (Konsumen)
    Aspek berikutnya yang dianalisis dalam ekonomi mikro adalah tentang tingkah laku pembeli dan penjual dalam pasar. Untuk menganalisis perilaku penjual dan pembeli ini, teori ekonomi mikro menggunakan beberapa asumsi (pemisalan). Pemisalan pertama adalah para penjual dan pembeli menjalankan kegiatan ekonomi mereka secara rasional. Kedua, para pembeli berusaha memaksimalkan kepuasan dan ketiga, para penjual berusaha memaksimumkan keuntungan yang akan diperoleh.

    Berdasarkan pemisalan-pemisalan tersebut, ekonomi mikro dapat menunjukkan:
    1) Bagaimana seorang pembeli menggunakan sejumlah pendapatan (uang) untuk membeli berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkannya.
    2) Bagaimana seorang penjual atau produsen menentukan tingkat produksi yang akan dilakukannya.

    c) Interaksi di Pasar Faktor Produksi
    Aspek penting lain yang dianalisis dalam ekonomi mikro adalah interaksi penjual dan pembeli di pasar faktor produksi. Seperti Anda ketahui, peran rumah tangga konsumen dalam perekonomian adalah sebagai pemilik faktor-faktor produksi yang berupa tenaga kerja, tanah, modal, dan kewirausahaan. Mereka menawarkan faktor-faktor produksi tersebut untuk memperoleh pendapatan yang seterusnya akan digunakan untuk membeli barang dan jasa yang mereka butuhkan. Sebaliknya, produsen membutuhkan faktor-faktor produksi untuk memproduksi barang dan jasa. Oleh sebab itu, mereka akan menjadi pembeli faktor-faktor produksi.

    Interaksi antara pembeli dan penjual faktor produksi di berbagai pasar faktor produksi (modal, pasar tenaga kerja) akan menentukan ”harga” suatu faktor produksi dan berapa banyaknya jumlah faktor produksi yang digunakan. Analisis ini merupakan salah satu aspek penting dari analisis-analisis ekonomi mikro.

  2. Peranan Ekonomi Mikro
    Pada dasarnya, teori-teori ekonomi dapat digunakan sebagai dasar peramalan (prediction). Peramalan yang dimaksud bukan untuk mengetahui apa yang terjadi di masa depan. Tetapi lebih tepat dikatakan kalau teori ekonomi mikro dapat membuat ramalan yang kondisional. Ramalan kondisional ini diformulasikan sebagai berikut. Apabila hal-hal seperti berikut terjadi, maka akibat-akibat berikut ini pasti terjadi sesudahnya

    Contoh ramalan kondisional ini adalah dalam model keseimbangan pasar. Dikatakan bahwa bila kurva permintaan mempunyai kemiringan negatif dan kurva penawaran memiliki kemiringan positif, maka adanya kenaikan harga di atas harga keseimbangan akan menciptakan kelebihan barang di pasar. Jadi, hasil ramalan yang diperoleh harus didasarkan pada asumsi-asumsi (anggapan dasar) tertentu, misalnya asumsi ceteris paribus. Apabila anggapan-anggapan tersebut diubah, maka hasil peramalannya akan berbeda.

    Ekonomi mikro juga dapat diterapkan pada pengambilan kebijakan perekonomian, yaitu untuk menganalisis tindakantindakan pemerintah yang dilakukan untuk memengaruhi perekonomian. Misalnya pengaruh kebijakan pemerintah di bidang upah buruh terhadap alokasi sumber daya di kegiatan produksi. Atau, pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak terhadap biaya produksi yang harus ditanggung oleh perusahaan dan biaya hidup yang ditanggung oleh rumah tangga konsumen.

    Bagi dunia usaha, metode-metode yang dikembangkan dari ekonomi mikro seperti teori produksi dan teori konsumsi dapat digunakan dalam pengambilan keputusan perusahaan.

  3. Pelaku Ekonomi Mikro
    Struktur perekonomian Indonesia terdiri atas berbagai kelompok pelaku ekonomi baik di tingkat mikro maupun di tingkat makro. Ekonomi rakyat atau usaha mikro merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia. Usaha mikro umumnya bergerak di sektor pertanian, perdagangan, dan industri rumah tangga. Usaha mikro atau usaha kecil memiliki keunggulan dalam hal memanfaatkan sumber daya alam di daerah setempat dan bersifat padat karya sehingga bisa membantu mengurangi pengangguran. Selain itu, usaha kecil dapat menjadi media untuk memeratakan pembangunan.

    Usaha-usaha mikro ini justru beroperasi secara kompetitif dan tidak banyak menerima subsidi dari pemerintah jika dibandingkan dengan perusahaan besar. Hal ini menuntut usaha kecil agar lebih efisien. Dengan demikian perkembangan usaha mikro memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.

    Usaha mikro sangat mudah ditemui di sekitar kita, sebagai pelaku ekonomi ditingkat mikro, usaha mikro (kecil) bersama-sama badan usaha lain seperti badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik swasta (BUMS) memiliki pola perilaku (interaksi) yang dapat memengaruhi perekonomian secara makro. Misalnya, ketika BUMS ingin melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah karyawan maka secara mikro keputusan tersebut dapat diterima, namun secara makro akan berdampak pada peningkatan jumlah pengangguran. Sebaliknya, kondisi di tingkat makro juga dapat memengaruhi perusahaan secara mikro. Misalnya ketika terjadi inflasi, Bank Indonesia cenderung menerapkan kebijakan yang akan memberatkan dunia usaha atau pelaku ekonomi di tingkat mikro. Oleh karena itu, sangat penting untuk menerapkan kebijakan di tingkat makro yang berpengaruh positif pada pelaku ekonomi mikro.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

6 + 6 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.